skip to main | skip to sidebar

watashi wa...

Foto Saya
Wardah
hanya seorang cewek yang tidak seperti cewek kebanyakan, kenapa? Karena bertingkah tidak feminim, lalu cuek, moody, weird, menyebalkan, pendiem (?), dan dapat diungkapkan melalui kalimat "mengalir seperti air dan bebas seperti angin" (kayaknya)
Lihat profil lengkapku

arsip-arsip...

  • ► 2010 (1)
    • ► Januari (1)
  • ▼ 2009 (1)
    • ▼ Desember (1)
      • Thank You

cari di sini...

LInk desu...

  • tempat Shanster nongkrong
  • another blog

The Forgotten Spot

a place for me... a place for the forgotten...

Thank You

3 Des 2009










Sering kali kita meminta pertolongan orang lain
Sering kali kita merepotkan orang lain
Sering kali kita menyusahkan orang lain
Sering kali kita ditolong oleh orang lain
Dan sering kalo kita melupakan sesuatu ...
Kita terlalu sering lupa mengucapkan 'terima kasih'


Benar. Kita terlalu sering melupakan ucapan sepele yang sebenarnya sangat penting itu. Terima Kasih adalah bentuk penghargaan terkecil kita untuk orang lain. Terima Kasih menunjukan bahwa kita menghargai batuan orang lain. Stephen R. Covey (2007) dalam bukunya “Everyday Greatness” menyatakan, “Terima kasih berkaitan erat dengan integritas dan kerendahan hati seseorang.”


Padahal, ucapan terima kasih adalah hal terudah dan termurah untuk diamalkan. Tapi, mengapa kita sering kali melupakannya? Apakah mengucapkan terima kasih itu berdosa?? Atau mungkin dipungut biaya? Tentu tidak!


Saya pernah berbelanja disebuah departemen store di kota saya. Ada sebuah papan yang menggugah hati saya. Papan itu selalu ada di meja kasir. Isinya:
Jika pegawai kami tidak mengucapkan terima kasih,
Anda dapat mengambil satu bungkus mie goreng sebagai gantinya.


Lihat! Betapa dunia marketing mendewa-dewakan ucapan yang sering kita lupakan itu. Betapa pentingnya ucapan itu bagi mereka. Tapi, mengapa kita sering melupakannya??


Apakah keegoisan kita terlalu besar untuk menghargai jasa orang lain? Apakah kita mahluk tidak beradap yang bahkan membalas pertolongan orang lain hanya denagn mengucapkan dua kata itu begitu susahnya? Apakah kita sama sekali tidak dapat menghargai bantuan orang lain?


Kita telah sering merepotkan, meyusahakan dan menggangu orang lain. Dan orang lain telah terlalu sering membantu, meluangkan waktu, menolong kita. Apakah kita bisa membalas jasa orang lain dengan perbuatan yang setimpal? Tidak. Cukup ucapkan terima kasih.


Ucapan terima kasih itu akan membuat hati orang lain yang menolong kita menjadi bahagia. Mereka yang membantu kita akan merasa dihargai atas bantuan mereka. Mereka yang bahkan awalnya merasa berat meluangkan waktunya untuk membantu kita akan merasa rela dan ikhlas.


Mereka yang telah membantu kita, yang telah meluangkan waktunya untuk kita, yang mungkin pada awalnya tidak mau membantu kita akan merasa bahagia saat kita mengucapkan terima kasih. Kita tidak bisa membalas jasa mereka tapi, kita dapat menghargainya hanya dengan dua patah kata saja. Lalu mengapa tetap saja begitu susahnya bagi kita untuk mengatakannya?


Sungguh, ucapan terima kasih adalah hal yang begitu mempesona. Jadi, janganlah lupa untuk senantiasa mengucapkan terima kasih. Dimana saja dan kapan saja!


by Wardah    

Labels: Forgotten, Renungan

0 tanggapan:

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)

Blog Design by Gisele Jaquenod

Work under CC License

Creative Commons License